SEMARANG — Casytha Arriwi Kathmandu kembali dipercaya memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XVI KNPI Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang, 23–24 Januari 2026.

Musda tersebut diikuti perwakilan KNPI dari 35 kabupaten/kota serta 84 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Jawa Tengah. Hasil musyawarah menetapkan Casytha untuk kembali menjalankan amanah sebagai Ketua DPD KNPI Jawa Tengah untuk periode 2026–2029.

Casytha sebelumnya memimpin KNPI Jawa Tengah pada periode 2022–2025. Dalam kepemimpinan periode sebelumnya, ia menyebut penguatan struktur KNPI di tingkat daerah menjadi salah satu perhatian organisasi.

Menurut Casytha, KNPI berupaya menjalankan fungsi sebagai wadah bersama bagi organisasi kepemudaan sekaligus membangun komunikasi antara pengurus daerah dan berbagai kelompok pemuda.

Musda Jadi Momentum Menentukan Arah Organisasi

Musda XVI tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus membahas agenda KNPI Jawa Tengah ke depan.

Dalam forum tersebut, Casytha menyampaikan bahwa kepemimpinan sebelumnya berupaya memperkuat hubungan dengan DPD KNPI kabupaten/kota serta OKP yang berada di Jawa Tengah. Ia menggunakan prinsip menguatkan struktur di tingkat bawah, membangun komunikasi dengan organisasi kepemudaan, dan mempertanggungjawabkan program kepada unsur terkait.

Dengan kembali terpilihnya Casytha, kepengurusan KNPI Jawa Tengah periode berikutnya akan melanjutkan agenda organisasi sekaligus menghadapi kebutuhan baru di kalangan generasi muda.

Pemberdayaan Ekonomi Pemuda Jadi Salah Satu Agenda

Dalam arah kepemimpinan berikutnya, isu pemberdayaan ekonomi pemuda turut menjadi perhatian. Casytha menyebut potensi usaha anak muda di berbagai daerah Jawa Tengah dapat dikembangkan melalui penguatan kapasitas usaha, pengemasan produk, hingga pemasaran digital.

Sejumlah contoh usaha pemuda dari daerah juga disebut dalam agenda tersebut, termasuk usaha kopi di Banjarnegara dan produk kerajinan berbahan kain perca di Kebumen. Pengembangan jaringan pemasaran menjadi salah satu aspek yang dinilai dapat membantu memperluas pasar produk pemuda daerah.

Selain aspek ekonomi, keberadaan KNPI sebagai wadah berhimpun berbagai organisasi kepemudaan juga menjadi bagian dari agenda kepengurusan baru.

Tantangan KNPI Jateng ke Depan

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, KNPI Jawa Tengah akan berhadapan dengan beragam isu yang berkaitan dengan generasi muda, mulai dari pengembangan keterampilan, kesempatan kerja, kewirausahaan, hingga partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.

Musda yang melibatkan 35 kabupaten/kota dan 84 OKP menjadi salah satu forum konsolidasi organisasi untuk menentukan arah kerja KNPI Jawa Tengah selama periode kepengurusan mendatang.

Casytha kini kembali mendapat mandat untuk memimpin organisasi tersebut. Masa kepengurusan baru diharapkan menjadi ruang bagi KNPI Jawa Tengah untuk menjalankan program yang berkaitan dengan kebutuhan pemuda di berbagai daerah.

Dengan demikian, hasil Musda XVI tidak hanya menetapkan figur ketua, tetapi juga menjadi awal periode baru bagi konsolidasi organisasi kepemudaan di Jawa Tengah.