SEMARANG — Jawa Tengah menorehkan peningkatan prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Setelah sebelumnya berada di posisi ke-16 pada penyelenggaraan MTQ Nasional di Kalimantan Timur, kafilah Jawa Tengah kini berhasil menempati peringkat kedua nasional.
Hasil tersebut diumumkan setelah seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Kota Semarang berakhir. Jawa Tengah mengumpulkan 208 poin, berada di bawah Kalimantan Timur yang keluar sebagai juara umum dengan 288 poin. Sementara posisi ketiga ditempati DKI Jakarta dengan perolehan 129 poin.
Capaian tersebut menjadi salah satu catatan penting bagi pembinaan tilawatil Qur’an di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut peningkatan posisi tersebut tidak terlepas dari persiapan dan pembinaan yang dilakukan terhadap para peserta.
Menurutnya, para anggota kafilah telah mendapatkan pembinaan secara intensif sebelum mengikuti kompetisi. Persiapan tersebut mencakup pelatihan, pemberian materi, hingga pemusatan peserta sebelum memasuki arena perlombaan.
“Dari peringkat 16 menjadi peringkat dua nasional,” ujar Ahmad Luthfi saat penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (19/9/2026).
67 Kafilah Jateng, 30 Melaju ke Final
Jawa Tengah mengirimkan 67 kafilah yang sebelumnya melewati proses seleksi secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Dari keseluruhan peserta tersebut, 30 kafilah berhasil melangkah ke babak final.
Salah satu peserta yang mencatatkan prestasi adalah Muhammad Abdul Faqih. Ia berhasil menjadi juara pertama pada cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia putra.
Faqih mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah dijalaninya sejak awal 2026. Selain mengikuti pelatihan yang disiapkan oleh tim pembinaan, ia juga melakukan latihan secara mandiri dengan memperbanyak murajaah dan mempelajari sejumlah kitab tafsir.
Sementara itu, Nur Fadilla Aulia turut menyumbangkan prestasi setelah meraih juara ketiga pada cabang Tahfidz Al-Qur’an putri. Ia mengaku proses menuju kompetisi membutuhkan konsistensi karena latihan berlangsung selama berbulan-bulan.
Pembinaan Jadi Fokus Setelah MTQ
Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menilai hasil MTQ Nasional XXXI perlu menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan dalam jangka panjang.
Menurut Taj Yasin, pembinaan peserta tidak seharusnya hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Kaderisasi peserta, peningkatan kapasitas pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al-Qur’an dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
MTQ Nasional XXXI sendiri diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Para peserta berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori yang tersebar di 12 arena perlombaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut memberikan apresiasi atas peningkatan prestasi Jawa Tengah. Ia menilai perubahan posisi dari peringkat 16 menjadi runner-up menunjukkan adanya perkembangan dalam proses pembinaan kafilah di daerah tersebut.
Selain menjadi arena kompetisi, MTQ Nasional XXXI juga diisi berbagai kegiatan pendukung, antara lain seminar internasional, muzakarah ilmiah, pameran mushaf dan manuskrip Al-Qur’an, serta eksibisi tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas rungu wicara.
Dengan berakhirnya penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang, perhatian berikutnya diarahkan pada keberlanjutan pembinaan para peserta. Jawa Tengah akan membawa capaian peringkat kedua tersebut sebagai bagian dari evaluasi sekaligus pijakan untuk pengembangan prestasi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.

